Kalau ngomongin soal bangun rumah, ruko, gudang, atau bahkan proyek besar seperti jalan tol dan jembatan, kita pasti fokus ke harga material. Tapi ada satu hal yang sering bikin anggaran proyek bengkak tanpa disadari: biaya angkut besi beton dari pabrik atau supplier ke lokasi proyek.
Buat sebagian orang, biaya transportasi ini dianggap sepele. Padahal, kalau salah perhitungan, ongkos kirim bisa lebih mahal dari yang dipikirkan. Apalagi kalau proyeknya jauh dari pusat distribusi atau butuh volume besar. Nah, di artikel ini kita akan bahas tuntas tentang cara menghitung biaya angkut besi beton dengan tepat, plus tips hemat supaya budget proyek tetap aman.
Kenapa Biaya Angkut Itu Penting?
Bayangin kamu beli 100 batang besi beton diameter 16 mm dengan harga Rp 200 ribuan per batang. Total belanja sekitar Rp 20 juta. Kalau ongkos angkutnya Rp 3 juta sekali kirim, artinya ada tambahan 15% biaya ekstra hanya untuk transportasi.
Kalau belanja kamu lebih banyak lagi, misalnya untuk proyek gedung bertingkat, angka ongkos kirim bisa jauh lebih besar. Makanya, biaya angkut harus masuk ke perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya), bukan sekadar biaya tambahan di belakang.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Angkut Besi Beton
Biaya transportasi nggak bisa disamaratakan. Ada beberapa hal yang bikin ongkos angkut bisa beda-beda:
-
Jarak Lokasi Proyek dari Pabrik atau Gudang
Semakin jauh lokasi proyek dari pusat distribusi, semakin tinggi ongkos kirimnya. Biasanya dihitung per kilometer. -
Volume dan Berat Besi Beton
Besi beton adalah material berat. Satu batang diameter 16 mm panjang 12 meter bisa beratnya 15 kg lebih. Kalau order ratusan batang, berat bisa mencapai beberapa ton. Ini memengaruhi jenis kendaraan yang dipakai. -
Jenis Kendaraan Angkut
-
Pick up: kapasitas kecil, cocok untuk order ringan.
-
Truk engkel: kapasitas 2–4 ton.
-
Truk tronton: kapasitas 15–20 ton, cocok untuk proyek besar.
-
Kontainer/trailer: biasanya dipakai untuk pengiriman antar pulau.
-
-
Biaya Bahan Bakar & Tol
Harga BBM naik, ongkos transportasi juga otomatis naik. Kalau jalur pengiriman lewat tol, biaya tol biasanya ditanggung pembeli. -
Akses Jalan ke Lokasi
Kalau lokasi proyek sulit dijangkau (misalnya di pedalaman atau jalan kecil), biaya tambahan bisa dikenakan. -
Negosiasi dengan Supplier
Ada supplier yang sudah termasuk ongkos kirim dalam harga material (FOB), ada juga yang terpisah (ex-work). Di sinilah pentingnya komunikasi.
Cara Menghitung Biaya Angkut Besi Beton
Sekarang kita coba bikin simulasi sederhana untuk memahami cara menghitung ongkos angkut.
1. Hitung Berat Total Besi Beton
Misalnya kamu butuh 200 batang besi beton ulir diameter 16 mm.
-
Berat per batang (12 m) ≈ 15,8 kg.
-
Total berat = 200 batang × 15,8 kg = 3.160 kg (3,16 ton).
2. Tentukan Jenis Kendaraan
Untuk angkut 3,16 ton, bisa pakai truk engkel (kapasitas 4 ton).
3. Hitung Jarak
Misalnya lokasi proyek 50 km dari gudang Jayasteel.
4. Ongkos Transportasi
Tarif truk engkel biasanya sekitar Rp 20.000 – Rp 25.000 per km.
-
50 km × Rp 20.000 = Rp 1.000.000 (sekali jalan).
Kalau pulang-pergi dihitung, bisa Rp 2.000.000.
Jadi total biaya angkut untuk 200 batang besi beton sekitar Rp 2 juta.
Contoh Kasus Perbandingan
Kasus A: Rumah Tinggal 1 Lantai
-
Order: 50 batang besi polos Ø10 mm.
-
Berat per batang ≈ 6,2 kg. Total 310 kg.
-
Bisa diangkut pakai pick-up.
-
Ongkos kirim: Rp 300.000 – Rp 500.000.
Kasus B: Proyek Gedung 3 Lantai
-
Order: 1.000 batang besi ulir Ø16 mm.
-
Berat total ≈ 15,8 ton.
-
Butuh truk tronton.
-
Ongkos kirim: Rp 6 juta – Rp 8 juta (tergantung jarak).
Kasus C: Proyek Jalan di Luar Pulau Jawa
-
Order: 500 batang Ø22 mm. Berat total ≈ 19 ton.
-
Harus dikirim pakai kontainer via kapal.
-
Biaya bisa mencapai puluhan juta, tergantung pelabuhan asal dan tujuan.
Tips Hemat Menghitung dan Mengatur Biaya Angkut
-
Beli dalam Jumlah Besar Sekaligus
Daripada beli sedikit-sedikit, lebih hemat kalau beli sekaligus supaya ongkos kirim hanya sekali. -
Gabungkan Pengiriman dengan Material Lain
Selain besi beton, biasanya proyek butuh material lain (semen, wiremesh, pipa baja, dsb). Gabungkan pengiriman biar lebih efisien. -
Pilih Supplier yang Punya Armada Sendiri
Supplier besar seperti Jayasteel biasanya punya armada sendiri, jadi biaya lebih terkontrol. -
Negosiasi di Awal
Tanyakan apakah harga sudah termasuk ongkos kirim. Kalau belum, minta estimasi biaya sejak awal supaya tidak kaget di belakang. -
Cek Rute dan Waktu Pengiriman
Hindari jam padat atau jalur macet, karena bisa nambah biaya sopir atau tol. -
Perhatikan Lokasi Bongkar Muat
Pastikan lokasi proyek punya akses jalan yang cukup untuk truk besar. Kalau tidak, bisa ada biaya tambahan untuk pindah muatan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
-
Salah Hitung Berat Total → bikin pilih kendaraan salah, akhirnya harus sewa tambahan.
-
Pesan Mendadak → kalau urgent, biasanya biaya lebih mahal.
-
Nggak Bandingkan Tarif → tiap jasa angkut punya tarif beda, bandingkan dulu.
-
Kurang Koordinasi dengan Supplier → bikin keterlambatan pengiriman.
Keuntungan Beli Besi Beton Sekaligus dengan Angkut di Jayasteel
Jayasteel bukan cuma jual besi beton polos dan ulir standar SNI, tapi juga bisa bantu urus transportasi sampai lokasi proyek. Jadi, kamu nggak perlu ribet cari jasa angkut sendiri.
Keuntungannya:
-
Harga besi beton kompetitif.
-
Bisa sekalian hitung ongkos kirim dari awal.
-
Armada lengkap (pick up, engkel, tronton).
-
Pengiriman tepat waktu, aman, dan terjamin.
Cocok untuk proyek kecil maupun mega proyek.
Menghitung biaya angkut besi beton itu wajib dimasukkan ke dalam perencanaan proyek. Jangan anggap sepele, karena bisa bikin biaya bengkak kalau salah perhitungan.
Faktor utama yang memengaruhi biaya: jarak, berat total, jenis kendaraan, dan harga BBM.
Untuk proyek kecil, biaya angkut biasanya ratusan ribu. Untuk proyek besar, bisa jutaan hingga puluhan juta.
Tips hemat: beli dalam jumlah besar, gabungkan pengiriman, dan pilih supplier yang punya armada sendiri.
Dan yang terpenting, pilih supplier terpercaya seperti Jayasteel yang bisa kasih harga material terbaik plus dukungan transportasi aman sampai lokasi. Dengan begitu, proyek kamu bisa lebih hemat, terencana, dan berjalan lancar.

Posting Komentar