Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton untuk Pengecoran Rumah
Pernah bingung menentukan berapa banyak besi beton yang harus dibeli sebelum pengecoran?
Tenang, kamu bukan satu-satunya. Baik pemilik rumah maupun kontraktor pemula sering merasa kebingungan ketika harus menghitung kebutuhan besi beton. Padahal, kalau salah hitung sedikit saja, dampaknya bisa merembet ke mana-mana: kekurangan stok, pemborosan biaya, atau bahkan kekuatan struktur yang tidak aman.
Di artikel ini, kita bakal bahas cara menghitung kebutuhan besi beton untuk pengecoran rumah secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Gaya santai, bahasa ringan, tapi tetap penuh informasi teknis yang bisa langsung kamu pakai di lapangan.
Yuk, kita mulai!
🏠 Kenapa Perhitungan Besi Beton Itu Penting?
Sebelum masuk ke rumus dan cara hitung, kamu perlu tahu mengapa besi beton itu harus dihitung dengan cermat.
1. Supaya Bangunan Aman
Besi adalah tulang utama dalam beton. Salah hitung sedikit saja bisa menyebabkan kekuatan struktur tidak optimal.
2. Hemat Biaya
Kalau kamu tahu jumlah pasti yang dibutuhkan, kamu bisa menghindari pembelian berlebih.
3. Efisiensi Waktu
Kekurangan material di tengah proyek bikin kerjaan berhenti. Dengan perhitungan matang, kamu bisa mengatur alur kerja tanpa hambatan.
4. Kontrol Material Lebih Mudah
Data jumlah besi mempermudah pengawasan material yang keluar-masuk dan memastikan tidak ada pemborosan di lapangan.
Nah, setelah paham tujuannya, kini kita masuk ke pembahasan utamanya.
🔩 Jenis Besi Beton yang Digunakan untuk Pengecoran Rumah
Untuk pengecoran rumah, besi beton yang dipakai biasanya mengacu pada standar SNI, dengan dua jenis utama:
✔ Besi Beton Polos (BJTP)
Umumnya dipakai untuk tulangan begel atau sengkang, karena lebih lentur.
✔ Besi Beton Ulir (BJTS)
Dipakai sebagai tulangan utama, karena daya lekatnya lebih kuat dan cocok menahan beban struktural.
Ukuran yang sering digunakan:
-
Ø 6 mm
-
Ø 8 mm
-
Ø 10 mm
-
Ø 12 mm
-
Ø 16 mm
-
Ø 19 mm
Penempatan dan ukurannya tergantung fungsi elemen struktur yang akan dicor.
🧱 Elemen Struktur yang Perlu Dihitung
Saat menghitung kebutuhan besi beton, setidaknya ada 5 elemen utama yang wajib kamu perhatikan:
-
Sloof
-
Kolom
-
Balok
-
Plat Lantai (Dak)
-
Fondasi (Jika pakai cakar ayam / footplate)
Masing-masing punya rumus hitungan yang berbeda, tapi tenang—semuanya akan kita bahas satu per satu.
📐 1. Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton untuk Sloof
Sloof berfungsi sebagai pengikat antar fondasi dan pendukung struktur dinding.
Contoh Kasus:
-
Ukuran sloof: 20 cm x 30 cm
-
Panjang total sloof: 40 meter
-
Tulangan utama: 4 batang Ø 12 mm
-
Tulangan pembagi: Ø 8 mm, jarak setiap 15 cm
-
Panjang batang besi beton: 12 meter
🔹 A. Hitung Besi Utama Sloof
Rumus:
Jumlah batang = (jumlah tulangan per sloof) × (panjang total sloof / panjang besi 12 m)
Perhitungan:
4 batang × (40 m / 12 m) = 4 × 3.33 = 13.32 batang → dibulatkan jadi 14 batang
🔹 B. Hitung Begel (Sengkang)
Rumus dasar:
Jumlah begel = panjang sloof / jarak begel
Total begel = 40 m / 0.15 m = 267 begel
Lalu hitung panjang satu begel:
Keliling = (20 + 30) × 2 = 100 cm → ditambah 6 cm untuk kait
Total per begel = 106 cm atau 1.06 m
Total panjang besi begel = 267 × 1.06 m = 283 m
Karena panjang besi 12 m per batang:
283 / 12 = 23.5 batang → dibulatkan jadi 24 batang Ø 8 mm
📐 2. Menghitung Besi Beton untuk Kolom
Kolom adalah elemen vital yang memikul beban vertikal dan lateral.
Misal:
-
Ukuran kolom: 25 x 25 cm
-
Tinggi kolom: 3 m
-
Tulangan utama: 8 batang Ø 13 mm
-
Begel: Ø 8 mm, jarak 15 cm
🔹 A. Besi Utama Kolom
Rumus:
Jumlah batang = (jumlah tulangan per kolom × jumlah kolom) × (tinggi kolom / 12 m)
Misal ada 8 kolom:
Total = (8 × 8) × (3 m / 12 m)
= 64 × 0.25
= 16 batang Ø 13 mm
🔹 B. Begel Kolom
Keliling kolom:
(25 + 25) × 2 = 100 cm + 6 cm (kait) = 106 cm = 1.06 m
Jumlah begel per kolom:
3 m / 0.15 m = 20 begel
Total kolom (8 buah):
20 × 8 = 160 begel
Total panjang besi begel:
160 × 1.06 = 169.6 m
Jumlah batang Ø 8 mm:
169.6 / 12 = 14.13 batang → dibulatkan 15 batang
📐 3. Menghitung Besi Beton untuk Balok
Balok adalah penghubung antar kolom dan pemikul beban lantai.
Contoh:
-
Ukuran balok: 20 cm x 30 cm
-
Panjang total: 35 meter
-
Tulangan utama: 4 batang Ø 12 mm
-
Tulangan atas tambahan: 2 batang Ø 12 mm
-
Begel: Ø 8 mm, jarak 12 cm
🔹 A. Tulangan Utama
Total tulangan = (4 + 2) = 6 batang per balok
Hitungan:
6 × (35 / 12) = 6 × 2.91 = 17.46 batang → bulatkan 18 batang Ø 12 mm
🔹 B. Begel Balok
Keliling begel:
(20 + 30) × 2 + 6 cm kait = 1.06 m (sama seperti sloof)
Jumlah begel:
35 / 0.12 = 291 begel
Panjang total besi:
291 × 1.06 = 308 m
Jumlah batang Ø 8 mm:
308 / 12 = 25.66 batang → bulatkan 26 batang
📐 4. Menghitung Kebutuhan Besi untuk Plat Lantai (Dak)
Plat lantai biasanya menggunakan wiremesh, tapi bisa juga memakai besi beton manual.
Misal:
-
Luas lantai: 60 m²
-
Spasi besi manual: Ø 10 mm dengan jarak 20 cm
-
Dua arah: melintang & memanjang
🔹 A. Hitung Besi Arah Memanjang
Jumlah batang = panjang / jarak
Asumsi sisi panjang 10 m, lebar 6 m:
Jumlah batang memanjang: 6 / 0.2 = 30 batang
Total panjang = 30 × 10 = 300 m
🔹 B. Hitung Besi Arah Melintang
Jumlah batang melintang: 10 / 0.2 = 50 batang
Total panjang = 50 × 6 = 300 m
Total dua arah = 600 m
Batang Ø 10 mm = 600 / 12 = 50 batang
📐 5. Menghitung Kebutuhan Besi Untuk Fondasi Footplate
Misal ukuran footplate 1 m x 1 m dengan jarak besi 15 cm.
Jumlah batang per arah:
1 m / 0.15 = 6.6 → 7 batang
Dua arah: 7 × 2 = 14 batang per footplate
Panjang 1 m → total 14 m
Batang Ø 10 mm = 14 / 12 = 1.2 batang → per footplate ambil 2 batang
Kalikan jumlah footplate sesuai proyek.
📊 Ringkasan Perhitungan Besi Beton
Agar mudah dipahami, ini ringkasan kebutuhan untuk contoh perhitungan di atas:
| Elemen | Diameter Besi | Jumlah Batang |
|---|---|---|
| Sloof – Besi Utama | Ø 12 | 14 batang |
| Sloof – Begel | Ø 8 | 24 batang |
| Kolom – Besi Utama | Ø 13 | 16 batang |
| Kolom – Begel | Ø 8 | 15 batang |
| Balok – Besi Utama | Ø 12 | 18 batang |
| Balok – Begel | Ø 8 | 26 batang |
| Plat Lantai | Ø 10 | 50 batang |
| Footplate | Ø 10 | 2 batang per footplate |
Tinggal masukkan data proyekmu, hasilnya akan berbeda.
💡 Tips Supaya Perhitungan Lebih Akurat
✔ 1. Gunakan gambar kerja (denah & detail struktur)
Semakin lengkap gambar kerjamu, semakin tepat perhitungan materialnya.
✔ 2. Perhitungkan waste (sisa potongan)
Biasanya tambahkan 5–10% untuk antisipasi.
✔ 3. Ikuti rekomendasi engineer
Struktur itu sifatnya teknis, jadi ukuran diameter harus sesuai perhitungan teknik sipil.
✔ 4. Pilih besi beton bersertifikat SNI
Agar ukuran, berat, dan kualitasnya sesuai standar struktural.
✔ 5. Hindari besi murah non-SNI
Diameter sering kurang, kualitas mudah patah, dan struktur jadi berbahaya.
🛠️ Contoh Perhitungan Cepat (Fast Method)
Kalau kamu butuh gambaran cepat, gunakan patokan berikut:
Untuk rumah 1 lantai:
-
Sloof: Ø 10–12
-
Kolom: Ø 12–13
-
Balok: Ø 10–12
-
Plat lantai: Ø 8–10
-
Begel: Ø 6–8
Kebutuhan kasar biasanya berada pada rentang 60–90 batang untuk rumah ± 70–120 m².
Untuk rumah 2 lantai, kebutuhannya bisa naik 2–3 kali lipat, tergantung desain struktur.
🧲 Kenapa Harus Menggunakan Besi Beton Berkualitas?
Karena:
-
Daya tahan lebih lama
-
Tidak mudah patah
-
Diameter stabil
-
Tahan korosi
-
Lebih aman untuk struktur jangka panjang
Jika kamu salah pilih kualitas, kamu bukan hanya merugi secara biaya, tapi juga menanggung risiko kerusakan struktur di masa depan.
🏁
Menghitung kebutuhan besi beton untuk pengecoran rumah memang terlihat rumit, tapi kalau dipelajari dengan cara yang benar, ternyata cukup mudah dan masuk akal. Dengan mengikuti langkah-langkah di artikel ini, kamu bisa menghitung kebutuhan secara mandiri, memahami elemen-elemen struktural, dan menyesuaikan anggaran proyek lebih tepat.
Ingat, setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi pastikan kamu menyesuaikan perhitungan dengan gambar desain struktur yang sudah dibuat oleh engineer.
Jika kamu ingin membeli besi beton berkualitas untuk mendukung proyek pengecoran rumahmu, pastikan memilih produk yang bersertifikat SNI, kuat, dan sesuai standar konstruksi.
Bangun rumah yang kokoh selalu dimulai dari perhitungan struktur yang tepat. Selamat menghitung dan semoga proyekmu berjalan lancar! ✔
Apa itu besi beton dan fungsinya dalam konstruksi.
Perbedaan besi beton polos dan besi beton ulir.
Standar ukuran besi beton di Indonesia (SNI).
Cara menghitung kebutuhan besi beton untuk rumah tinggal.

Posting Komentar